Nama-nama Khas Sasak

Berbicara tentang “nama”, nama merupakan suatu hal yang mutlak dalam suatu benda, dengan nama tersebut, kita bisa bercerita atau menjelaskan maksud kita pada yang lain. Nama merupakan suatu instrumen untuk mengenali dan mengindikasikan suatu benda atau orang.

Sebuah nama sering dijadikan sebagai judul bagi karakter, penampilan serta impresi terhadap seseorang. Bahkan seorang peramalpun, sering menggunakan nama sebagai data awal dalam memahami dan melakukan ramalan terhadap seseorang. Sebuah nama, kadang-kadang menginformasikan kepada kita, bahwa seseorang itu berasal dari suatu daerah, suku, atau keluarga tertentu seperti nama-nama yang kita dapatkan dari warga suku Batak. Dan selain itu sebuah nama juga bisa menginformasikan seseorang itu beragama apa, dari daerah mana, keturunan siapa, kalangan biasa atau bangsawan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Meskipun nama juga kadang menipu…

Nama bagi Orang Sasak 

Di Lombok yang mayoritas didiami suku Sasak, seperti daerah lainnya, penduduknya memiliki nama-nama yang khas yang sering menunjukkan dia berasal dari Lombok.

Dalam kultur masyarakat Sasak, pemberian nama bagi seorang bayi dilakukan saat “pra api”. Nama bagi masyarakat Sasak, sering diartikan sebagai sebuah doa dan identitas bagi anaknya.

Karena masyarakat Sasak mayoritas beragama Islam, sebagian masyarakatnya sering memberikan nama-nama dengan harapan namanya tersebut merupakan doa bagi anaknya seumur hidupnya, bahkan sepanjang masa sekekal waktu anaknya dihadirkan dalam takdir Ilahi (dunia dan akhirat).

Sayangnya, tidak sedikit  masyarakat Sasak yang berpikir sempit bahwa doa hanya semestinya menggunakan bahasa Arab, sehingga nama-nama khas Sasakpun, meskipun memiliki arti yang baik dan dapat diniatkan sebagai doa, secara perlahan mulai tidak diminati lagi, padahal kita semua mungkin sepakat, bahwa Tuhanpun mengerti bahasa Sasak ketika kita berdoa menggunakan bahasa Sasak.

Memang bukanlah suatu masalah apakah orang tersebut akan memiliki nama yang Islam atau yang berbau Sasak. Namun yang ingin dikemukakan adalah bagaimana menyamakan persepsi sekaligus sosialisasi ke kalangan umum (khususnya luar Sasak) tentang nama-nama khas Lombok.

Memang ada juga nama-nama  yang cukup populer khas Lombok seperti “Lalu” untuk laki-laki dan “Baiq” untuk perempuan. Sayangnya keberadaan nama Lalu dan Baiq, terbatas pada kalangan bangsawan Lombok saja.

Nama Khas Sasak Sebagai Identitas 

Kita mungkin sering mendengar nama-nama Lubis, Harahap, Sitompul, dan kita cukup yakin bahwa mereka itu adalah orang Batak. Ada juga Suwarno, Hardjo, Tarno, Bambang, Poniyem, adalah nama-nama bagi orang Jawa. Untuk suku Sunda, kita sering mendengar nama Asep, Cecep, Dede, Eep, Endang dan lain-lain, sedangkan bagi orang Bali kita sering mendengar nama Wayan, Made, Nengah, Putu dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan Sasak Lombok? Kita juga tentu memiliki nama-nama yang khas Sasak Lombok, sayangnya tidak sepopuler seperti dari etnis tersebut di atas

Nama-nama khas Sasak yang merupakan gelar kebangsawanan seperti juga disebutkan sebelumnya diantaranya adalah Raden, Lalu, Baiq, Dende atau Gede, tergantung dari daerahnya di Lombok. Namun yang paling populer dan paling banyak dipakai seantero Lombok adalah Lalu atau Baiq. Dan memang secara hirarki gelar Raden stratanya lebih tinggi dibanding Lalu.

Sementara untuk masyarakat Sasak umum, kita sering mendengar nama Mustiarep, Munarep, Mustiari, Munaris, Munerim, Muniri, Rumini, Seneng, Genah, Rumenah, Saimah, Sainah, Jumasih, Jumaah, Jumiri, Jumitri dan lain-lain. Bahkan nama Gubernur NTB sekarang Lalu Serinate, terkesan Sasak tulen.

Sayangnya nama-nama tersebut (nama untuk kalangan umum, bukan gelar kebangsawanan) sudah kurang diminati lagi, mungkin karena terkesan kampungan dan dianggap tidak relevan dengan tujuan memiliki nama sebagai doa (bagi yang beranggapan doa semestinya bahasa Arab).

Nama-nama khas Sasak akan terasa sekali manfaatnya kalau kita di daerah rantau, ketika mendengar seseorang bernama depan Lalu atau Baiq, kita mungkin akan serta merta mengatakan orang tersebut saudara kita dari Lombok. Tapi bagaimana kalau saudara kita tersebut bukan golongan bangsawan, yang berarti tidak menggunakan Lalu atau Baiq, kita mungkin akan kesulitan untuk mengetahuinya secara langsung bahwa dia dari Lombok.

Lalu bagaimanakah seharusnya memberi nama anak kita? Terserah anda.

Mohon maaf kalau ada yang salah.

18 Tanggapan to “Nama-nama Khas Sasak”

  1. Miq Yus, lamun Fahrur Rozi aran dengan Sasak ndek??

  2. nama apapun…bagiku orang lombok tetaplah mempunyai arti yang besar meskipu aq bukan orang sasak, tapi aq merasa dan ingin menjadi bagian dari lombok/sasak…

  3. saya dukung pengembalian nama sasak misalnya pada nama bayi perempuan widaresari, sange putri atau merujuk pada nama beberapa generasi sebelumnya. memang orang sasak terlalu banyak impor nama berbahasa arab, sebaiknya di galakkan pengembalian ke sasak isme an yang ruhnya perlu di segarkan lagi.

  4. kalau “Le” itu gelar ga miq?

  5. Lalu, Baiq dan Lale itu sebenarnya bukan gelar. gelar itu bisa di copot kapan saja dan tidak masuk akte lahir. jadi Lalu, Baiq dll itu adalah nama khas, bukan gelar.

  6. Mengapa tidak berbahasa sasak apabila menulis dalam blog ini?

  7. Kegumuan nopo tulun mamakai ngaran Arab mompoilo yolo nopo nga Islam.

  8. salam kenal, kita bisa salink me link kan website kita, ya sebagai putra daerah lombok yang mencoba belajar menulis. saya perminsi mau me link kan website side.

  9. l.nabiel wirapratama Says:

    sebenarnya lalu, baiq, raden, lale, deneq, datu, gede, dll itu bukan gelar….
    tapi “SEMBEQ”…. kita beda dgn jawa dll….

  10. Taqiya Akhuti Fillah Says:

    nama mayoritas orang Sasak memang bagus2 secara arti dalam bahasa Arab..
    tapi orang Sasak suka jahil memberi nama panggilan..
    udah baek2 namanya fatimah dipanggil imok,
    khadijah dipanggil ijok,
    fauziah dipanggil iyok..
    bukankah itu menzalimi orang yang memiliki nama..

  11. andyk lombok Says:

    aq stuju ama Taqiya…sufdah menjadi kebiasaan org lombok mungkin ya yg selalu merubah nama seseorang,kadang namanya HASIMAWATI di panggil INAK SEMAH…FARKHAYATI malah di panggil INAK ICOK,,,,
    BEREMBE NO MIK????

  12. Alexander the Great Says:

    Apa kira2 panggilan untuk anak laki2 dan anak perempuan di Lombok? kalo di Bali anak laki2 dipanggil ‘Gus’ (bagus) dan anak perempuan dipaggil ‘Gek’ (jegeg)..

  13. Broken Songs Says:

    Apa madan keto? Cang sing ngerti..

  14. NAMA SASAK bagus…bnyk jg org sasak yang membri nama anaknya dg nama hari lho…ex:klau lahir hari selasa=SELASI hari jum’at=JUMATI…

  15. saya orang lombok, namun belum pernah mengoinjakkan kaki di tanah nenek moyang karena lahir di kalimantan, Inak Amak trans dari lombok timur, saya ingin sekali memberi nama anak saya dengan nama yang khas ,namun saya masih bingung harus bertanya kemana,???

  16. Nice posting🙂.

    Btw, saya menemukan postingan yang begitu persis disini:
    http://selaparang.webs.com/apps/blog/show/1873558-sasak-name

    Apakah ini blog Anda yang baru?

    • yusranil Says:

      Thanks mbak wenny atas pujian dan infonya, blog tersebut bukan blog saya, sudah hampir 4 tahun sy tidak pernah aktif menulis lagi karena kesibukan di tempat kerja.
      Dan terima kasih kembali atas infonya, karena hal itu telah menyadarkan saya bahwa ada yang suka membaca tulisan saya sehingga di posting sebelum saya tahu. Suatu saat saya ingin kembali bisa melukiskan apa yang terbayang dalam pikiran, gejolak dan keresahan.

      Sekali lagi terima kasih, begitu banyak komentar tidak sempat saya baca, moderasi apalagi balas seperti ini, dan komentar anda begitu istimewa, telah menyadarkan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: