Latar Belakang Pendidikan

Ulasan berikut akan menceritakan perjalanan pendidikan yang saya tempuh mulai dari Pra sekolah sampai dengan meraih gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram.

Pra sekolah

Terlahir sebagai bagian dari masyarakat kampung Tibujae desa Rensing Lombok Timur di tahun 1979, seakan serta merta mengindikasikan saya, bahwa fase Pra sekolah dilalui lebih banyak hanya dengan bertambah besar dan bertambah umur tanpa ada suatu treatment khusus untuk pembentukan kepribadiannya. Tidak dikenal istilah “play group” dalam kamus kampungku, dan meskipun TK (Taman Kanak-kanak) sudah mulai dikenal di kampungku, tapi hal itu tidak menjadikan saya serta merta bisa masuk dalam komunitas tersebut. Singkatnya, saya tidak masuk TK atau lainnya.

Namun yang menarik, karena orang tua saya seorang guru SD, menjadikanku akrab dengan lingkungan sekolah. Sehingga tidak jarang, saya ikut masuk kelas mengikuti ayah saya mengajar ataupun kadang-kadang mengikuti kakakku masuk kelasnya.

Sekolah Dasar

Saya mulai masuk sekolah dasar pada tahun 1986, dan mendaftar di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Wathan (MI NW) Montong Beter di Rensing. Saya masuk sekolah ini, dikarenakan ajakan teman sepermainanku. Padahal orang tuaku tidak terlalu setuju. Temanku waktu itu mengajakku masuk sekolah ini dengan alasan kami nantinya bisa melihat motor atau mobil, yang kebetulan dengan sekolah kami ini, persis di pinggir jalan besar dan ramai waktu itu, dan tidak terlalu jauh dari pasar desa Rensing yang bernama “Peteluan”. Namun sayangnya, saya di MI NW Montong Beter tersebut cuma sekitar 8 bulan. Karena ayah saya dipindah-tugaskan ke SDN No. 2 Lepak yang letaknya cukup jauh dari tempat kami, akhirnya saya masuk di SD tersebut di kelas 1 (satu). Di SDN 2 Lepak juga tidak bertahan lama, orang tua saya dipindah lagi ke SDN 3 Gunung Rajak. Ayah saya sering dipindah-pindah, karena waktu itu keutuhan keluarga orang tua saya sedang diuji. Setelah pengumuman kenaikan kelas dan pembagian raport, saya diajak ibuku untuk tinggal di kampung kakekku di Batu Keliang desa Sukarara, tanpa adanya status sekolahku yang jelas. Saya tidak punya surat pindah yang akan melegalkanku untuk sekolah di tempat baru, sementara sekolah lama, jelas tidak mungkin karena letaknya berpuluh kilometer dan saya tidak punya siapa-siapa disana. Kedua orangtuaku telah meninggalkan desa Lepak.

Mungkin sekitar satu atau dua bulan lamanya saya ikut-ikutan sekolah di SD Selayar, nama sekolah terdekat dari rumah kakekku. Akhirnya ayah saya datang menjemputku ke SD Selayar itu dan membawakanku surat pindah ke SDN 3 Gunung Rajak tempat ayah saya mengajar.

Dan akhirnya saya masuk di kelas 2 SDN 3 Gunung Rajak, dan saya harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baruku. Tidak lama berselang, sekitar tiga bulan di SD tersebut, karena kesepakatan perdamaian kedua orangtuaku, mereka memindahkan saya sekolah kembali ke SDN 3 Rensing yang dekat dengan kampung asliku di desa Rensing. Di SD ini, saya hanya menjalaninya selama 2 catur wulan. Karena membaiknya kerukunan kedua orangtuaku, kami sekeluarga tinggal di kampung ibuku, dan sayapun dipindah sekolah kembali ke SDN Selayar. Saya masuk kelas 3 dan menamatkan pendidikan dasarku di SD ini pada tahun 1991.

SMP (Sekolah Menengah Pertama)

Setamat SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri 3 Sakra yang berlokasi di desa Rensing (sekarang menjadi SLTP 1 Sakra Barat, karena Rensing dimekarkan menjadi ibukota kecamatan Sakra Barat terlepas dari kecamatan Sakra). SMP ini terletak sekitar 5 km dari tempat tinggal saya di desa Sukarara. Orang tuaku sempat keberatan dengan pilihanku ke SMP. Mereka lebih setuju kalau saya bersekolah ke Madrasah Tsanawiyah saja. Terlebih ayah saya juga seorang pemuka agama di kampungku, sehingga mereka merasa kurang pantas dan tidak memberi contoh yang baik ke warga lainnya, dengan tidak menyekolahkanku ke sekolah-sekolah agama. Namun akhirnya orang tuaku setuju, tapi dengan catatan, saya harus belajar agama lebih banyak lagi. Syarat itu saya terima. Seiring dengan semakin rukunnya keluarga kami, pada saat saya duduk di kelas 2 SMP, keluarga saya pindah kembali ke kampung asal saya di Tibujae desa Rensing. Di kampung ini, kehidupan masyarakatnya sangat religius. Tidak ada warga masyarakatnya yang bersekolah di SMP, dan sayalah satu-satunya yang bersekolah di SMP. Karena saya telah menyetujui untuk belajar agama lebih banyak, orang tua saya memasukkan saya ke TPA Sakinah untuk memperdalam ilmu Tajwid membaca Al-Qur’an serta belajar ilmu-ilmu Fiqh, Dasar-dasar Bahasa Arab, serta dasar-dasar Nahwu Sharaf. Dan memang begitulah standar pengajaran TPA di tempatku waktu itu, karena ustadz yang mengajar di sana adalah alumnus atau santri dari Ma’had Daarul Qur’an Wal Hadits Pancor Lombok Timur.

Maka demikianlah, meski saya sekolah di SMP, saya betul-betul ditempa dengan dasar-dasar memasuki pondok pesantren. Sampai akhirnya saya menamatkan SMP ku pada tahun 1994.

SMU (Sekolah Menengah Umum)

Sekitar bulan Juni 1994, saya mendaftarkan diri sekolah di SMU 1 Selong, yang merupakan SMU paling favorit di kabupaten Lombok Timur. Hal itu wajar, karena merupakan SMU tertua di kota kabupatenku Lombok Timur. Beberapa alasan ingin saya kemukakan di sini, mengapa saya memilih SMU yang letaknya cukup jauh dari kampungku padahal banyak SMU Negeri atau swasta di kampungku sendiri. Selain karena masuk SMU 1 Selong cukup bergengsi, banyaknya saudara-saudara sepupu saya yang tamat di SMU ini, juga mendorong saya memasukinya. Di samping itu juga, waktu itu kakakku baru saja menamatkan MA (setingkat SMU) di MA NW Rensing dan akan melanjutkan nyantri di Ma’had Daarul Qur’an wal Hadits NW Pancor di kota Selong. Sehingga orang tuaku berprinsip, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dan saya pun ikut dengan kakakku tinggal di kota Selong, kota kabupaten Lombok Timur.

Saya yang cuma lulusan SMP di kampung, awalnya merasa agak berat bersaing dengan teman-temanku yang lulusan SMP di kota, meskipun sekelas kota Selong. Namun lama-kelamaan akhirnya saya terbiasa juga, dan pada cawu pertama, saya hanya mampu menduduki ranking 7 di kelas 1-5 (baca; satu-lima) kelasku waktu itu. Memasuki kelas 3, saya memilih jurusan IPA, mengingat saya merasa lebih cocok pada bidang studi IPA. Tidak banyak yang special dari saya, prestasi terbaik sewaktu kelas 3 hanya menduduki ranking 4 saja di kelasku, kelas 3-IPA3 waktu itu.

Pendidikan Tinggi 

Menjelang pendidikanku di SMU 1 Selong berakhir, teman-temanku mulai sibuk berdiskusi kemana nantinya melanjutkan pendidikan. Dengan reputasi akademikku yang tidak terlalu bagus (tapi nilaiku masih masuk 10 besar SMU 1 Selong, yang merupakan salah satu SMU favorit di NTB) dan kondisi ekonomi keluargaku yang sangat saya sadari, membuatku tidak bermimpi terlalu bagus tentang dimana nantinya tempat kuliahku. Meski harus saya akui, ITB atau UGM adalah impian utamaku, namun alasan-alasan tersebutlah yang memaksaku sehingga tidak pernah merasakan bagaimana rasanya mengikuti tes UMPTN.

Waktu itu, memang beberapa perguruan tinggi negeri mengirimkan brosur pendaftaran seleksi mahasiswa jalur khusus (tanpa test) ke sekolahku. UGM mengirimkan brosur PBUD (Penjaringan Bibit Unggul Daerah), namun sayangnya terbatas hanya untuk 5 orang saja. Selain UGM, beberapa PTN juga mengirimkan brosur yang sama diantaranya UI, IPB, Undip, Unibraw, Unud, Unhas, Unram, Unsri dan Unej. Saya sempat mendaftar ke Unibraw dengan mengambil jurusan Teknik Elektro, namun sayangnya, berdasar informasi dari guru-guru SMU 1 Selong, Unibraw seakan memberi hukuman pada sekolahku, karena tahun-tahun sebelumnya, banyak kakak kelasku yang diterima, tapi akhirnya tidak kuliah di sana. Dan kamipun menerima dampaknya. Waktu itu, tidak seorangpun siswa-siswa terbaik SMU 1 Selong diterima di Unibraw melalui jalur khusus tersebut.

Namun saya memang tidak berharap banyak untuk kuliah di luar Pulau Lombok, makanya saya juga mendaftar PMJK (Penerimaan Mahasiswa Jalur Khusus) Universitas Mataram dan mengambil jurusan Teknik Mesin. Dan alhamdulillah, akhirnya saya diterima di Teknik Mesin Universitas Mataram. Perguruan Tinggi Seperti disebutkan di atas, saya diterima di Teknik Mesin Universitas Mataram. Meskipun hanya PTN lokal NTB, namun untuk kawasan timur Indonesia, Universitas Mataram (Unram) cukup disegani. Sehingga saya merasa cukup bangga kuliah di sana. Memasuki semester-semester awal kuliah, orientasi Teknik Mesin belum begitu jelas dan benar dalam pikiran saya dan juga teman-teman kuliah lainnya. Saya sering berpikir, kuliah di Teknik Mesin berarti belajar menjadi seorang montir sepeda motor atau mobil. Dan memasuki semester 3 dan seterusnya, sayapun akhirnya cukup memahami bahwa lulusan Teknik Mesin tidak disiapkan menjadi seorang montir, tapi menjadi seorang engineer Mekanikal yang fungsi dan perannya cukup spread di dunia industri.

Akhirnya pada saat mengambil kerja praktek, pertama kali saya memilih di PDAM kota Mataram, namun saya merasa tidak terlalu puas dengan pengalaman yang minim. Meski hanya diwajibkan mengambil PKL sekali saja, namun saya bertekad untuk bisa PKL di luar pulau Lombok.

Akhirnya saya mencoba mendaftar di PT. Badak NGL, tapi sayangnya oleh perusahaan itu, proposal PKL saya tidak diterima. Dan bersama teman-temanku yang lain, kami mengajukan proposal juga ke PT. Aneka Tambang (Antam) di Pomalaa Sulawesi Tenggara, dan sekitar bulan Agustus 2001, saya berangkat ke sana. Sepulang dari PT. Antam, bersama seorang teman saya Bambang Yulianto mengajukan permohonan PKL di PT. Nusantara Turbin Propulsi (NTP) Bandung, dan kami berdua berangkat ke Bandung, meskipun akhirnya kami tidak bisa menyelesaikan PKL kami di sana pada waktunya, karena buru-buru mau mudik lebaran waktu itu.

Setelah dari PT. NTP yang merupakan subsidiarry dari PT. Dirgantara Indonesia, beberapa teman saya mengajakku untuk PKL di PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Sumbawa. Ketika surat permohonan kami diterima, kamipun segera berangkat ke lokasi site tambang PT. NNT. Awalnya, saya mengajukan usulan agar bisa PKL di area Power Plant, namun karena keterbatasan trainer yang bersedia, maka kami akhirnya bersama-sama ditempatkan di MMA (Mine Maintenance Area) yang merupakan area maintenance alat-alat berat tambang. Di sana kami banyak berkenalan dengan alat-alat berat merk Caterpillar, yang merupakan peralatan yang dimiliki PT. NNT, tapi dimaintain oleh PT. Trakindo Utama selaku distributor dan dealer resmi Caterpillar.

Dan akhirnya saya menyelesaikan PKL saya di PT. NNT dengan membuat sebuah paper berjudul “Reduksi Total Downtime Haul Truck 793C Caterpillar saat Refueling di Fuel Station”. Selesai melaksanakan PKL, saya meneruskan skripsi saya yang tertunda karena hoby PKL saya, Skripsiku berjudul “Redesain Pendingin Udara pada Sistem Refrigerasi Oxygen Plant II PT. Aneka Tambang Pomalaa Sulawesi Tenggara” yang mengambil kasus sewaktu PKL di PT. Antam. Akhirnya pada 20 Agustus 2002, saya diwisuda sebagai seorang Sarjana Teknik.

5 Tanggapan to “Latar Belakang Pendidikan”

  1. Brembe kabar meton? lama tdk jumpa. Terakhir, 2002, sebelum akhirnya side mendahului kami wisuda he he he

  2. kabar-kabi kita Yus. Thnks

  3. Berembe kabar semeton, saya baru tau sekarang ini, saya di operator alat berat haul truk 793 C caterpilar di mine ops load & haul crw D. saya bangga dengan pengetahuan side dan saya ingin pelajaran yang lebih mendalam dari side khususnya tentang haul truk 793 C caterpilar yang dipakai oleh PT NNT. side catat nama saya dan ini nomor ID saya : NB3211. Salam kenal dan mudah2an semeton mau membagi ilmunya dengan saya. ini buat bekal saya mau kerja diluar negeri. salam. alamat E Mail Saya : mulya3211@yahoo.com n nomor HP 08123756673 atau 087863301422 dan nomor Rmh : 0376631235 Alamat saya Kp.Pedalaman Bumbang Masbagik Utara Lotim NTB.

  4. Wlaupn kita orng kmpung tp kita tetap ok.Pat sntang Kalbar

  5. Lalu Ristuni Says:

    Asslmualaikum…apa kbr yusronil fathi…ha ha ha,akhirnya ktmu jg kt scra gak sengaja,msih ingat kmu sm sya? Sy Lalu Ristuni..kwan smp kamu d smp 3 rensing tercinta…ak gak sesukses kamu bsa sampe kuliah,tp alhamdulillah ak skrg ad usaha kcil2an d tanjung pinang,kepulauan riau..ak menetap d sna skrg.melihat artikel kmu ak lgsg trkjut,ini gak salah lg pasti yusronil fathi,eee ternyata emang btl…meton, klu kmu ad waktu call ak ke 0813 7263 6464..atau ke email ak Lalurestuni@ovi.com atau fb : Lalurestuni@ymail.com…terserah kamu mau hbgi kmna.atau aku minta no phone kmu aj..aku kgn jg sma kamu.sejak kt tamat smp kt gak prnah ktmu lg sma kmu.ak bka tlisan kamu nich dah jam 1 malam tau, malam senin 16 mei 2011…klu ad wktu,call me..i wait your kring kring kring, hahaha…wassalam..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: