Archive for the Steam Power Plant (PLTU) Category

Mechanical Work Pada Project PLTU

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on April 10, 2008 by yusranil

Secara umum, Pekerjaan/Peralatan Mekanikal pada suatu Project PLTU itu adalah sebagai berikut (ini hanya pengalaman pribadi saja):

  1. Boiler dan Auxiliary-nya, seperti Primary Fan, Secondary Fan, ID Fan, termasuk Auxiliary Boiler untuk start up.
  2. Steam Turbine dan Auxiliary-nya
  3. Condenser dan Feed water Heater. Jumlah dan Konfigurasi LP maupun HP Heaternya sangat tergantung dari desain dan kapasitas Power Plant itu sendiri. Dalam lingkup Pekerjaan/Peralatan ini, termasuk juga Deaerator.
  4. Water Plant System, mulai dari Desalination Plantnya, Demineralized (Water Treatment Plant), sampai sistem make up water untuk Boiler.
  5. Waste Water Treatment Plant
  6. Fire Protection System
  7. Compressed Air System, baik untuk Air service, maupun untuk Air Control Instrumentation.
  8. Chemical Feed System, untuk supply Amonia, Hydrazine, dan Chemical yang diperlukan untuk kontrol kualitas air Boiler.
  9. Sampling Rack System, untuk kontrol kualitas output/produk Steam Generator
  10. Laboratory
  11. Chlorination System, untuk mencegah pertumbuhan jamur dalam sistem perpipaan.
  12. Air Conditioning and Ventilation
  13. Elevator, Crane and Hoist, termasuk di dalamnya Overhead Crane untuk maintenance Steam Turbine, Circulating Water, Elevator pada Boiler, Gantry dan lainnya.
  14. Workshop and Machinery System
  15. Heavy/Mobile Equipment
  16. Fuel Oil System, biasanya diperlukan untuk start up Boiler maupun untuk cadangan (emergency)
  17. Coal Handling System, mulai dari Ship Unloader, Stacker reclaimer, Coal Crusher, Coal conveyor, dan juga coal sampling system.
  18. Ash Handling System, yang meliputi Fly Ash System, biasanya ditangani oleh Electrostatic Precipitator ataupun Bag Filter system, sementara satunya lagi adalah Bottom Ash System.

Demikian gambaran singkat dan sederhana dari Pekerjaan/Peralatan mekanikal pada suatu sistem Coal Fired Steam Power Plant. Ini hanya catatan saja, siapa tahu suatu saat tidak di project Power Plant, jadi masih ingat.

PLTN dan Geothermal itu PLTU juga koq

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on April 9, 2008 by yusranil

Sekedar menulis agar blog tidak terkesan ga pernah diupdate,

PLTN dan Geothermal itu PLTU juga koq, lah koq begitu?

PLTU kan type salah satu pembangkit listrik, seperti juga PLTN dan Geothermal, tapi koq bilang termasuk PLTU??

Kalau mengacu ke PLTU adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap, maka PLTN dan Geothermal juga sama, sama-sama menggunakan uap untuk memutar Turbin-Generator.

Bedanya simple saja, PLTU itu menghasilkan uap melalui proses pembakaran batubara atau minyak di Boiler, jadi bahan bakarnya Batu bara atau Minyak, sedangkan PLTN menghasilkan uap dengan memanfaatkan panas yang dilepas dari bahan bakar Nuklir tersebut.

Kalau Geothermal, menggunakan uap yang dihasilkan oleh energi panas bumi kita, tinggal di ambil dan putar turbinnya.

Jadi mungkin yang lebih tepat, PLTU itu adalah kata umum dari PLTN, Geothermal, dan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara atau Minyak, hehehe.

Kalau begitu semuanya dong disebut PLTU saja. Ya ga bisa juga, kan ada PLTA yang pakai air, hehehe.

Beberapa Equipment Coal Fired Steam Power Plant

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on Januari 25, 2008 by yusranil

(“Aku tidak banyak tahu, tapi sedikit yang aku tahu semoga bisa membawa manfaat, semoga anda yang tahu aku tidak banyak tahu, bisa membuatku bertambah tahu, mohon kritik dan sarannya”)

Aux boiler

Auxiliary Boiler

Auxiliary Boiler biasanya digunakan saat Power Plant Start up.  Auxiliary Boiler ini berperan sebagai penyedia uap untuk: start up heating dan pressure pegging pada low load di deaerator, desalination plant, oil burner atomizing serta purging, dan beberapa peralatan yang membutuhkan steam untuk pengoperasiannya.

Sebuah auxiliary Boiler, biasanya memiliki kapasitas sekitar 10 – 15 Ton/hr.

MSF Desalination system

Water Plant System

Dalam sebuah Steam Power Plant, Water Plant sangatlah vital untuk menyediakan fresh water. Fresh water ini digunakan untuk Boiler make up water, Cooling system, Plant utility (waste water treatment, regeneration, etc) dan beberapa penggunaan secara intermittent.

Biasanya dalam sebuah Steam Power Plant, raw waternya menggunakan seawater. Seawater, selain berfungsi sebagai raw water pada Water Plant, juga digunakan sebagai cooling water pada Condenser.

Seawater diolah menjadi fresh water melalui sebuah Desalination Plant. Secara umum, Desalination Plant ini ada beberapa jenis berdasarkan metode pemurniannya, ada yang type Destillation dan ada juga type membrane.

Desalination Plant dengan sistem destilasi, terbagi lagi menjadi type MSF (Multi Stage Flash) dan TVC (Thermal Vapour Compression). Dan untuk start up, steam biasanya disuplay dari Auxiliary Boiler, sedangkan kalau sudah operasi, steam disuplay dari Auxiliary Steam Header.

Sedangkan jenis membrane dikenal dengan istilah RO (Reverse Osmosis).

Coal Stacker

Coal Handling System

Coal sebagai bahan bakar pada Steam Power Plant, biasanya disupplay dari tambang menggunakan Barge (untuk Power Plant yang terletak di pinggir pantai, dan tidak memungkinkan melalui darat).

Untuk proses Unloading di Jetty Power Plant, Jetty biasanya dilengkapi dengan Ship Unloader. Dari Ship Unloader, coal ditransfer ke area Power Plant menggunakan coal conveyor dan distack menggunakan Stacker Reclaimer di Coal Yard.

Listrik dan Pembangunan Lombok; sebuah opini kanak Sasak

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on November 8, 2007 by yusranil

Kondisi Ketersediaan Daya Listrik

Secara nasional ketersediaan Listrik di Indonesia sangatlah timpang, dimana sekitar 80% ketersediaan listrik sekarang ini diprioritaskan untuk Pulau Jawa dan Bali, 10% lagi untuk Pulau Sumatera, dan sisanya 10% untuk kebutuhan listrik di kawasan Indonesia Timur termasuk NTB.

Sementara itu di NTB, dalam kurun waktu 1995 hingga 2003, kebutuhan tenaga listrik naik dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 11 % per tahun.

Berdasarkan data dari PT. PLN (Persero) Mataram tahun 2004, daya terpasang 166,62 MW dengan daya mampu 95,461 MW, menunjukkan defisit daya listrik NTB sebesar 42,7%.

Sementara untuk Pulau Lombok sendiri, daya terpasang sebesar 113,681 MW atau sekitar 68,22% dengan daya mampu (tersedia) sebesar 59,06 MW (61,86% daya mampu NTB) atau defisit sebesar 48%.

Dari data lain terungkap, di propinsi NTB kabupaten Lombok Tengah merupakan kabupaten paling sedikit menikmati ketersediaan daya listrik dengan cakupan sekitar 83,95% dari total wilayahnya, dan kota Mataram merupakan wilayah paling sejahtera dalam menikmati ketersediaan listrik yang mencapai 100% dari total wilayahnya.

Kondisi tersebut mencerminkan ketidakseimbangan sumber daya yang tersedia dengan kebutuhan masyarakat NTB, serta keadilan sosial yang belum merata bagi seluruh masyarakat.

Ketersediaan sumber daya kelistrikan merupakan sesuatu yang mutlak untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, permasalahan ini hendaknya jangan dibiarkan berlarut-larut sehingga menjadi sebuah bom waktu bagi masyarakat NTB.

Sektor Ekonomi Masyarakat 

Sementara itu dari data laju pertumbuhan ekonomi NTB dalam kurun waktu 1995-2003 naik sebesar 7,0%,  yang tercermin pada nilai rata-rata Produk Domestik Regional Brutto (PDRB).

Angka ini sebenarnya bisa ditingkatkan apabila tingkat ketersediaan infrastruktur listrik terpenuhi. Karena hal ini akan berkorelasi positive terhadap peningkatan realisasi investasi di propinsi NTB.

Sektor-sektor pembangunan lain, sangatlah memiliki ketergantungan terhadap ketersediaan tenaga listrik, salah satunya sektor pariwisata yang menjadi andalan di NTB khususnya di Pulau Lombok. Pariwisata yang mengedepankan kenyamanan bagi tamu-tamunya, akan sangat terganggu dengan adanya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN.

Wacana Pembangunan PLTU Teluk Endok

Rencana Pembangunan PLTU Teluk Endok, merupakan suatu jawaban pemerintah atas kebutuhan ketersediaan energi listrik bagi masyarakat Pulau Lombok. PLTU tersebut direncanakan memiliki kapasitas 2×25 MW yang berlokasi di Teluk Endok, sebelah selatan kota Mataram.

Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan pembangunan Power Plant tersebut direalisasikan. Mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak, sebaiknya pihak pihak PLN membuka diri dengan kemungkinan masuknya Independent Power Plant.

PT. PLN bersama-sama dengan pemerintah NTB hendaknya segera mengambil tindakan dengan mengundang investor untuk pengadaan Power Plant, melalui mekanisme Independent Power Plant (IPP). Dimana dengan mekianisme ini, produksi listrik akan dilakukan oleh sektor swasta, kemudian PLN membeli listrik tersebut melalui prosedur Power Purchase Agreement untuk dijual lagi kepada masyarakat.

Hal ini sudah ditempuh oleh daerah-daerah lain untuk pemenuhan kebutuhan listrik di daerahnya.

Power Plant yang ramah lingkungan 

Terkait dengan isu lingkungan dan pemanasan global, serta Lombok sebagai salah satu ikon pariwisata di Indonesia, adanya Power Plant bisa menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. Sehingga dalam pelaksanaannya nanti, harus ditekankan suatu sistem Power Plant yang betul-betul ramah lingkungan.

Power Plant tersebut diharapkan dapat menerapkan peraturan Bank Dunia yang mensyaratkan Total Suspended Particle (TSP) sebesar 50 mg/Nm3 pada emisi gas buangnya. Besaran tersebut lebih baik dibandingkan dengan besaran yang dipersyaratkan Kepmen KLH  tahun 1995 yang hanya menetapkan 150 mg/m3.

Untuk mencapai hal tersebut, perlu kiranya dipertimbangkan penggunaan teknologi Power Plant terkini dengan meninggalkan sistem konvensional, seperti mengganti penggunaan Pulverized Coal Boiler (PC Boiler) dengan sistem Circulating Fluidized Bed Boiler (CFB Boiler), harus juga dilengkapi dengan Waste Water Treatment Plant, Flue Gas Desulphurization (FGD), kontrol limbah dari Coal dan Ash Yard untuk betul-betul memastikan dampak lingkungan seminimal mungkin.

Other Reference:

www.ntb.go.id

Belajar kembali

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on September 28, 2007 by yusranil

Belajar untuk masa depan

Pengetahuan Dasar PLTU bagi awam

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on September 21, 2007 by yusranil

Sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap memiliki komponen utama sebagai berikut:

Pompa

Alat ini digunakan untuk meningatkan tekanan fluida kerja yaitu air. Pompa harus mampu memenuhi tekanan yang dibutuhkan di dalam boiler.

Boiler

Secara thermodinamik, di tempat inilah tempat terjadinya pemasukan kalor. Alat ini digunakan untuk menguapkan air menjadi steam. Berdasarkan metode pertukaran kalornya boiler dibedakan menjadi jenis fire tube dan water tube. Namun fire tube biasanya dipakai untuk boiler kapasitas kecil (dibawah 10 ton uap/jam), sedangkan boiler kapasitas yang lebih besar biasanya menggunakan water tube. Berdasarkan metode pengumpanan bahan bakar (dalam hal ini batubara) dikenal Boiler jenis Pulverizer dan jenis CFB (Circulating Fluidized Bed) Boiler.

Steam Turbine

Di tempat ini, terjadinya ekspansi steam, mengkonversi energi potensial steamnya menjadi energi kinetik berupa putaran sudu turbin yang nantinya dikopel dengan generator, dan menghasilkan listrik.

Condenser

Condenser digunakan untuk mengkondensasikan uap ekspansi dari turbin, dan menyerahkannya kembali ke Boiler Feed Pump (Pompa) untuk di proses kembali.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.