Arsip untuk Januari, 2008

Beberapa Equipment Coal Fired Steam Power Plant

Posted in Steam Power Plant (PLTU) on Januari 25, 2008 by yusranil

(“Aku tidak banyak tahu, tapi sedikit yang aku tahu semoga bisa membawa manfaat, semoga anda yang tahu aku tidak banyak tahu, bisa membuatku bertambah tahu, mohon kritik dan sarannya”)

Aux boiler

Auxiliary Boiler

Auxiliary Boiler biasanya digunakan saat Power Plant Start up.  Auxiliary Boiler ini berperan sebagai penyedia uap untuk: start up heating dan pressure pegging pada low load di deaerator, desalination plant, oil burner atomizing serta purging, dan beberapa peralatan yang membutuhkan steam untuk pengoperasiannya.

Sebuah auxiliary Boiler, biasanya memiliki kapasitas sekitar 10 – 15 Ton/hr.

MSF Desalination system

Water Plant System

Dalam sebuah Steam Power Plant, Water Plant sangatlah vital untuk menyediakan fresh water. Fresh water ini digunakan untuk Boiler make up water, Cooling system, Plant utility (waste water treatment, regeneration, etc) dan beberapa penggunaan secara intermittent.

Biasanya dalam sebuah Steam Power Plant, raw waternya menggunakan seawater. Seawater, selain berfungsi sebagai raw water pada Water Plant, juga digunakan sebagai cooling water pada Condenser.

Seawater diolah menjadi fresh water melalui sebuah Desalination Plant. Secara umum, Desalination Plant ini ada beberapa jenis berdasarkan metode pemurniannya, ada yang type Destillation dan ada juga type membrane.

Desalination Plant dengan sistem destilasi, terbagi lagi menjadi type MSF (Multi Stage Flash) dan TVC (Thermal Vapour Compression). Dan untuk start up, steam biasanya disuplay dari Auxiliary Boiler, sedangkan kalau sudah operasi, steam disuplay dari Auxiliary Steam Header.

Sedangkan jenis membrane dikenal dengan istilah RO (Reverse Osmosis).

Coal Stacker

Coal Handling System

Coal sebagai bahan bakar pada Steam Power Plant, biasanya disupplay dari tambang menggunakan Barge (untuk Power Plant yang terletak di pinggir pantai, dan tidak memungkinkan melalui darat).

Untuk proses Unloading di Jetty Power Plant, Jetty biasanya dilengkapi dengan Ship Unloader. Dari Ship Unloader, coal ditransfer ke area Power Plant menggunakan coal conveyor dan distack menggunakan Stacker Reclaimer di Coal Yard.

Nama-nama Khas Sasak

Posted in Sasak Lombok on Januari 2, 2008 by yusranil

Berbicara tentang “nama”, nama merupakan suatu hal yang mutlak dalam suatu benda, dengan nama tersebut, kita bisa bercerita atau menjelaskan maksud kita pada yang lain. Nama merupakan suatu instrumen untuk mengenali dan mengindikasikan suatu benda atau orang.

Sebuah nama sering dijadikan sebagai judul bagi karakter, penampilan serta impresi terhadap seseorang. Bahkan seorang peramalpun, sering menggunakan nama sebagai data awal dalam memahami dan melakukan ramalan terhadap seseorang. Sebuah nama, kadang-kadang menginformasikan kepada kita, bahwa seseorang itu berasal dari suatu daerah, suku, atau keluarga tertentu seperti nama-nama yang kita dapatkan dari warga suku Batak. Dan selain itu sebuah nama juga bisa menginformasikan seseorang itu beragama apa, dari daerah mana, keturunan siapa, kalangan biasa atau bangsawan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Meskipun nama juga kadang menipu…

Nama bagi Orang Sasak 

Di Lombok yang mayoritas didiami suku Sasak, seperti daerah lainnya, penduduknya memiliki nama-nama yang khas yang sering menunjukkan dia berasal dari Lombok.

Dalam kultur masyarakat Sasak, pemberian nama bagi seorang bayi dilakukan saat “pra api”. Nama bagi masyarakat Sasak, sering diartikan sebagai sebuah doa dan identitas bagi anaknya.

Karena masyarakat Sasak mayoritas beragama Islam, sebagian masyarakatnya sering memberikan nama-nama dengan harapan namanya tersebut merupakan doa bagi anaknya seumur hidupnya, bahkan sepanjang masa sekekal waktu anaknya dihadirkan dalam takdir Ilahi (dunia dan akhirat).

Sayangnya, tidak sedikit  masyarakat Sasak yang berpikir sempit bahwa doa hanya semestinya menggunakan bahasa Arab, sehingga nama-nama khas Sasakpun, meskipun memiliki arti yang baik dan dapat diniatkan sebagai doa, secara perlahan mulai tidak diminati lagi, padahal kita semua mungkin sepakat, bahwa Tuhanpun mengerti bahasa Sasak ketika kita berdoa menggunakan bahasa Sasak.

Memang bukanlah suatu masalah apakah orang tersebut akan memiliki nama yang Islam atau yang berbau Sasak. Namun yang ingin dikemukakan adalah bagaimana menyamakan persepsi sekaligus sosialisasi ke kalangan umum (khususnya luar Sasak) tentang nama-nama khas Lombok.

Memang ada juga nama-nama  yang cukup populer khas Lombok seperti “Lalu” untuk laki-laki dan “Baiq” untuk perempuan. Sayangnya keberadaan nama Lalu dan Baiq, terbatas pada kalangan bangsawan Lombok saja.

Nama Khas Sasak Sebagai Identitas 

Kita mungkin sering mendengar nama-nama Lubis, Harahap, Sitompul, dan kita cukup yakin bahwa mereka itu adalah orang Batak. Ada juga Suwarno, Hardjo, Tarno, Bambang, Poniyem, adalah nama-nama bagi orang Jawa. Untuk suku Sunda, kita sering mendengar nama Asep, Cecep, Dede, Eep, Endang dan lain-lain, sedangkan bagi orang Bali kita sering mendengar nama Wayan, Made, Nengah, Putu dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan Sasak Lombok? Kita juga tentu memiliki nama-nama yang khas Sasak Lombok, sayangnya tidak sepopuler seperti dari etnis tersebut di atas

Nama-nama khas Sasak yang merupakan gelar kebangsawanan seperti juga disebutkan sebelumnya diantaranya adalah Raden, Lalu, Baiq, Dende atau Gede, tergantung dari daerahnya di Lombok. Namun yang paling populer dan paling banyak dipakai seantero Lombok adalah Lalu atau Baiq. Dan memang secara hirarki gelar Raden stratanya lebih tinggi dibanding Lalu.

Sementara untuk masyarakat Sasak umum, kita sering mendengar nama Mustiarep, Munarep, Mustiari, Munaris, Munerim, Muniri, Rumini, Seneng, Genah, Rumenah, Saimah, Sainah, Jumasih, Jumaah, Jumiri, Jumitri dan lain-lain. Bahkan nama Gubernur NTB sekarang Lalu Serinate, terkesan Sasak tulen.

Sayangnya nama-nama tersebut (nama untuk kalangan umum, bukan gelar kebangsawanan) sudah kurang diminati lagi, mungkin karena terkesan kampungan dan dianggap tidak relevan dengan tujuan memiliki nama sebagai doa (bagi yang beranggapan doa semestinya bahasa Arab).

Nama-nama khas Sasak akan terasa sekali manfaatnya kalau kita di daerah rantau, ketika mendengar seseorang bernama depan Lalu atau Baiq, kita mungkin akan serta merta mengatakan orang tersebut saudara kita dari Lombok. Tapi bagaimana kalau saudara kita tersebut bukan golongan bangsawan, yang berarti tidak menggunakan Lalu atau Baiq, kita mungkin akan kesulitan untuk mengetahuinya secara langsung bahwa dia dari Lombok.

Lalu bagaimanakah seharusnya memberi nama anak kita? Terserah anda.

Mohon maaf kalau ada yang salah.